Artikel ini bekerjsama saya buat berdasarkan pertanyaan yang diajukan sobat saya, salah satu pengunjung blog ini, yang bertanya melalui e-mail mengenai WordPress Self-hosted.
Sebenarnya bila kau mencarinya gosip di Google, kau akan menemukan banyak artikel yang menjelaskan ihwal ini. Lantas apa bedanya dengan artikel ini? Saya ingin menjelaskannya dengan bahasa yang lebih praktis dipahami oleh orang awam, itu saja.
Secara makna, WP Self-hosted yaitu menciptakan website berbasis WordPress dengan hosting milik sendiri (yang dibeli dari orang lain). Memangnya ada yang bukan milik sendiri? Ada.
WordPress yaitu Content Management System (CMS) yang sanggup diunduh secara gratis dan dipakai untuk website kita. Biasanya orang awam, gampangnya, menyebut WordPress yang sanggup diunduh ini dengan sebutan WP.org. Sedangkan, WordPress yang berhosting di WordPress.com dengan subdomain *.wordpress.com disebut dengan WP.com. Itu sih yang biasa saya gunakan bila ngobrol dengan temanku dulu. Kalau sekarang, saya menyebut WP, maksudnya ya WP Self-hosted.
Kug ada WP yang sudah tidak bersubdomain *wordpress.com, tapi berhosting di WP.com? Jelas ada. Karena memang WordPress.com menjual paket domain dan hosting juga. Kaprikornus kau sanggup membelinya di WordPress.com dengan harga yang menurutku relatif murah bila dibandingkan dengan beli domain dan hosting sendiri. Sayangnya, kau tidak leluasa memasang plugin atau mengotak-atik tema sesuai keinginanmu. Nah, itulah yang menciptakan saya agak gerah. Karena memang saya suka banget otak-atik tema.
Jika kau hobi menulis saja tanpa gambar, hosting dengan storage 300MB-an saya rasa sudah cukup. Namun, bila kau suka memasukkan gambar dalam tulisanmu, saya sarankan 1GB. Namun, untuk memulai belilah yang kecil dulu, paket 500MB. Untuk duduk kasus domain, sangat bermacam-macam harganya. Tergantung Top Level Domain-nya pakai dot apa.
Pengalaman saya dengan uang kurang dari 500 ribu sudah sanggup membangun blog dengan WP Self-hosted. Banyak sekali penjual domain dan hosting di dunia ini. Hanya saja, saya lebih suka membeli penjual dari Indonesia. Salah satu pertimbangannya yaitu metode pembayarannya gampang, melalui transfer bank. Jika membeli di luar negeri agak susah alasannya yaitu saya tidak punya kartu kredit.
Jika kau sudah siap semua, selanjutnya yaitu memasang WordPress di hosting kamu. Caranya? Googling saja, banyak yang menulis tutorial ihwal itu. Kalau masih galau atau malas menginstal sendiri, sanggup minta derma saya. Bayarannya? Seikhlasnya saja, hehe. Karena memang menginstal WordPress ini gampang-gampang susah. Waktu pertama kali saya bikin blog WordPress ya susah. Namun, alasannya yaitu keseringan menginstal WordPress, risikonya hafal.
Tapi, kau tidak perlu khawatir. Sekarang sudah ada cara memasang WordPress di tutorial menciptakan blog dengan Hostinger. Kamu tinggal baca dan ikuti arahan memasang WordPress di hosting, satu demi satu. Saya rasa artikelnya sudah sangat komplet dan praktis dimengerti kok.
Pelayanannya bagaimana? Kalau di FCTSolution.net pelayanannya cepat. Kalau ada error, saya tinggal chat di Facebook dengan yang jual. Kalau di IDwebhost.com kadang responnya lama, jadi harus sabar. Tapi ada satu hal yang saya suka dari IDwebhost.com. Apa itu? Harga domainnya relatif lebih murah dari lainnya. Kan tidak mengecewakan buat saya yang punya banyak domain, sanggup ekonomis sekian persen pengeluaran. Kalau hosting dan satu domain (intikali.org) saya masih memakai FCTSolution.net.
Selain itu, yang tidak mengecewakan krusial yaitu keamanan. Karena hosting sendiri, maka kau bertanggung jawab penuh terhadap keamanannya. Usahakan memakai installer WordPress terbaru supaya tidak praktis di-hack. Selain itu, biasanya blog kebobolan melalui plugin yang terpasang di blog kamu. Hindari memasang plugin dari sumber yang kurang terpercaya. Dari sumber terpercaya pun juga harus hati-hati, alasannya yaitu kadang ada celah untuk di-hack. Usahakan melaksanakan backup terencana untuk menanggulangi kehilangan data yang fatal.
Berdasarkan pengalaman saya, jangan gunakan username “admin”. Blog WordPress dummie saya pernah kena bobol orang gara-gara saya memakai username “admin”. Gunakan username yang lebih variatif.
Dan hal penting lainnya yaitu jangan berhenti untuk berguru dan belajar. Mungkin banyak hal gres yang akan kau hadapi dalam memelihara blog WP Self-hosted. Gunakan Google untuk mencari informasi, itu cara cepatnya. Jika masih belum paham, tanyakan kepada kenalan kamu. Sepertinya sudah cukup panjang saya menjelaskan, bila ada pertanyaan kau sanggup komentar di bawah ini. Sumber https://www.iskael.com/
Sebenarnya bila kau mencarinya gosip di Google, kau akan menemukan banyak artikel yang menjelaskan ihwal ini. Lantas apa bedanya dengan artikel ini? Saya ingin menjelaskannya dengan bahasa yang lebih praktis dipahami oleh orang awam, itu saja.
Apa Itu WordPress Self-hosted?
Harusnya secara kaidah yang benar yaitu Self-hosted WordPress, alasannya yaitu sifat lebih dulu disebut sebelum yang disifati. Hanya saja alasannya yaitu diserap dengan serampangan, risikonya lebih banyak disebut dengan WordPress Self-hosted. Selanjutnya, kita sebut dengan WP Self-hosted, untuk mempermudah saya mengetik.Secara makna, WP Self-hosted yaitu menciptakan website berbasis WordPress dengan hosting milik sendiri (yang dibeli dari orang lain). Memangnya ada yang bukan milik sendiri? Ada.
WordPress yaitu Content Management System (CMS) yang sanggup diunduh secara gratis dan dipakai untuk website kita. Biasanya orang awam, gampangnya, menyebut WordPress yang sanggup diunduh ini dengan sebutan WP.org. Sedangkan, WordPress yang berhosting di WordPress.com dengan subdomain *.wordpress.com disebut dengan WP.com. Itu sih yang biasa saya gunakan bila ngobrol dengan temanku dulu. Kalau sekarang, saya menyebut WP, maksudnya ya WP Self-hosted.
Kug ada WP yang sudah tidak bersubdomain *wordpress.com, tapi berhosting di WP.com? Jelas ada. Karena memang WordPress.com menjual paket domain dan hosting juga. Kaprikornus kau sanggup membelinya di WordPress.com dengan harga yang menurutku relatif murah bila dibandingkan dengan beli domain dan hosting sendiri. Sayangnya, kau tidak leluasa memasang plugin atau mengotak-atik tema sesuai keinginanmu. Nah, itulah yang menciptakan saya agak gerah. Karena memang saya suka banget otak-atik tema.
Saya Pengen Bikin WP Self-hosted, Apa Yang Harus Saya Siapkan?
Yang pertama yaitu uang. Karena memang untuk membangun blog berbasis WordPress Self-hosted tidaklah gratis. Kamu harus memiliki domain dan hosting sendiri. Dan untuk punya itu semua, harus bayar.Jika kau hobi menulis saja tanpa gambar, hosting dengan storage 300MB-an saya rasa sudah cukup. Namun, bila kau suka memasukkan gambar dalam tulisanmu, saya sarankan 1GB. Namun, untuk memulai belilah yang kecil dulu, paket 500MB. Untuk duduk kasus domain, sangat bermacam-macam harganya. Tergantung Top Level Domain-nya pakai dot apa.
Pengalaman saya dengan uang kurang dari 500 ribu sudah sanggup membangun blog dengan WP Self-hosted. Banyak sekali penjual domain dan hosting di dunia ini. Hanya saja, saya lebih suka membeli penjual dari Indonesia. Salah satu pertimbangannya yaitu metode pembayarannya gampang, melalui transfer bank. Jika membeli di luar negeri agak susah alasannya yaitu saya tidak punya kartu kredit.
Jika kau sudah siap semua, selanjutnya yaitu memasang WordPress di hosting kamu. Caranya? Googling saja, banyak yang menulis tutorial ihwal itu. Kalau masih galau atau malas menginstal sendiri, sanggup minta derma saya. Bayarannya? Seikhlasnya saja, hehe. Karena memang menginstal WordPress ini gampang-gampang susah. Waktu pertama kali saya bikin blog WordPress ya susah. Namun, alasannya yaitu keseringan menginstal WordPress, risikonya hafal.
Tapi, kau tidak perlu khawatir. Sekarang sudah ada cara memasang WordPress di tutorial menciptakan blog dengan Hostinger. Kamu tinggal baca dan ikuti arahan memasang WordPress di hosting, satu demi satu. Saya rasa artikelnya sudah sangat komplet dan praktis dimengerti kok.
Penjual Domain dan Hosting Pilihan Saya
Setiap orang niscaya punya pilihan yang berbeda. Saya biasanya beli domain dan hosting di dua tempat. Pertama, di FCTSolution.net (sekarang ganti jadi divaku.com) alasannya yaitu memang saya kenal dengan yang jual. Penjualnya yaitu senior di Lab saya. Kedua, saya beli di IDwebhost.com alasannya yaitu saya pertama kali beli di sana, saya sanggup rekomendasi dari sobat saya waktu bikin blog bareng.Pelayanannya bagaimana? Kalau di FCTSolution.net pelayanannya cepat. Kalau ada error, saya tinggal chat di Facebook dengan yang jual. Kalau di IDwebhost.com kadang responnya lama, jadi harus sabar. Tapi ada satu hal yang saya suka dari IDwebhost.com. Apa itu? Harga domainnya relatif lebih murah dari lainnya. Kan tidak mengecewakan buat saya yang punya banyak domain, sanggup ekonomis sekian persen pengeluaran. Kalau hosting dan satu domain (intikali.org) saya masih memakai FCTSolution.net.
Ada Hal Lain Yang Penting?
Ada beberapa hal penting lainnya dengan menentukan membangung blog berbasis WordPress di hosting sendiri. Salah satunya yaitu duduk kasus storage dan bandwith. Untuk blog yang kebanyakan mengunggah foto di artikelnya, storage menjadi duduk kasus bila membeli paket dengan storage relatif kecil. Tak hanya itu, bandwith juga menjadi duduk kasus dikala blog kau dikunjungi banyak orang. Jika bandwith habis, maka penyedia layanan hosting akan menciptakan blog-mu tidak sanggup diakses (down).Selain itu, yang tidak mengecewakan krusial yaitu keamanan. Karena hosting sendiri, maka kau bertanggung jawab penuh terhadap keamanannya. Usahakan memakai installer WordPress terbaru supaya tidak praktis di-hack. Selain itu, biasanya blog kebobolan melalui plugin yang terpasang di blog kamu. Hindari memasang plugin dari sumber yang kurang terpercaya. Dari sumber terpercaya pun juga harus hati-hati, alasannya yaitu kadang ada celah untuk di-hack. Usahakan melaksanakan backup terencana untuk menanggulangi kehilangan data yang fatal.
Berdasarkan pengalaman saya, jangan gunakan username “admin”. Blog WordPress dummie saya pernah kena bobol orang gara-gara saya memakai username “admin”. Gunakan username yang lebih variatif.
Dan hal penting lainnya yaitu jangan berhenti untuk berguru dan belajar. Mungkin banyak hal gres yang akan kau hadapi dalam memelihara blog WP Self-hosted. Gunakan Google untuk mencari informasi, itu cara cepatnya. Jika masih belum paham, tanyakan kepada kenalan kamu. Sepertinya sudah cukup panjang saya menjelaskan, bila ada pertanyaan kau sanggup komentar di bawah ini. Sumber https://www.iskael.com/

EmoticonEmoticon